Satu jiwa net
Jurnal kebangsaan on line
Situs apresiasi anak negeri
Menuju indonesia satu
 
: With : Satu kesatuan jiwa merdeka
 
"Generasi Modern adalah : Ia yang ada di antara tidur dan keterjagaan. Di dalam tangannya ia menggengam tanah masa silam dan benih masa depan" (Khalil Gibran)

Bedah jiwa Bedah Jiwa

Jakarta, 9 - Januari - 2006

Menyelami Al Kausar

Oleh : Canting

Kajian proggresive anak bangsaMencoba untuk mencari makna tersirat dari yang tersurat tentang surat Al Kausar. . . .. . [Selengkapnya | Kirim Tulisan | Total Tulisan Yang Masuk : 30 Tulisan | Lihat Index]

Baca Juga :
Menuju satu kesatuan Menyelami Al Kausar [Baca]
Menuju satu kesatuan Antara Boma Dengan Kambing [Baca]
Menuju satu kesatuan Menyelami Bahterah Nuh [Baca]
Menuju satu kesatuan Mereguk Air Kehidupan Bersama Dewa Ruci [Baca]
Menuju satu kesatuan Antara hamba dengan Tuhannya [Baca]
Indonesia Tanpa Diskriminasi

Ragam Informasi Ragam Informasi

Jakarta , 19 - September - 2005

MUI Dihimbau kaji ulang Fatwa Aliran Sesat

Oleh : Canting

Hakekat anak bangsaPermintaan ini disampaikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azra MA. Azyumardi juga menyesalkan aksi pengrusakan di Kampus Mubarak . . . [Selengkapnya | Kirim Tulisan | Total Tulisan Yang Masuk : 6 Tulisan | Lihat Index]

Baca Juga :
Nusantara satu MUI Dihimbau kaji ulang Fatwa Aliran Sesat [Baca]
Nusantara satu Muhammadiyah Soal Ahmadiyah [Baca]
Nusantara satu Buku Kontroversial Resahkan Masyarakat Probolinggo [Baca]
Nusantara satu Din Syamsuddin Persilakan Ahmadiyah Bikin Agama Baru [Baca]
Nusantara satu Sholat berbahasa Indonesia diperbolehkan [Baca]
Indonesia Satu Nusa, Satu Bangsa

Kisah - cerita Kisah - Cerita

Jakarta , 21 - Nopember - 2005

Mimpi Juntula

Oleh : Canting

Ajang kumpul pemikir proggresiveDengan agak tergagap sukma Juntula yang sedang melayang-layang di alam kenyenyakan tidur masuk kebali ke alam jaga, agak terantuk-antuk Juntula menggapai kesadarannya . . . [Selengkapnya | Kirim Tulisan | Total Tulisan Yang Masuk : 8 | Lihat Index]

Baca Juga :
Mimpi Juntula [Baca]
Dewi Kembar [Baca]
Kesambet [Baca]
Membingungkan Malaikat Maut [Baca]
Sebuah Keajaiban [Baca]
Indonesia Berprikemanusiaan

Puisi Puisi

Jakarta , 22 - Desember - 2005

Getaran

Oleh : Canting

Cinta pertiwiAntara aku dan kamu
Bergetar pada frekuensi yang sama
Sehingga beresolusi sedemikian rupa.

Resolusi itu terjemahkan
Ke dalam bahasa rasa
Yang kemudian terintrepretasikan oleh pikiran.

Antara aku dan kamu
Bergetar pada frekuensi yang sama
Rasaku adalah rasamu
Tak ada yang tersembunyi
Tak ada lagi rahasia
Meski dalam diam.[Selengkapnya | Kirim Tulisan | Total Tulisan Yang Masuk : 23] Lihat Index]

Baca Juga :
Getaran [Baca]
Kemana ? [Baca]
Selagi Masih Ada [Baca]
Hanya Sebatas Tenggorokan & Perut [Baca]
Benih [Baca]
 
Sembah Sujudku Pertiwi
     
 
 

Selamat Datang Di Satu Jiwa Net

Menuju kesatuan dan kesatuan satu jiwa netSatu Jiwa Net Hadir tidak mewakili satu golongan agama tertentu. Juga tidak mewakili satu jenis ras tertentu, tidak pula mewakili satu kepentingan politik tertentu.

Kehadiran Satu Jiwa Net adalah untuk berbagi rasa, berbagi kasih. Kehadiran Satu Jiwa Net untuk melihat persatuan dibalik segenap perbedaan, bagi Satu Jiwa Net kitab-kitab suci merupalan aliran darah yang mengalir dari sumber yang satu untuk kembali ke sumber yang satu pula melalui urat-urat nadi yang berlainan.

Begitu pula kita jiwa-jiwa yang lahir dari rahim wanita yang berbeda, namun pada hakekatnya kita bernaung, kita berlindung pada bunda yang satu. Bunda Pertiwi. Kelak, nanti entah kapan, kita pun akan kembali ke dalam pelukan pertiwi.

Sekarang kita ada disini, dengan faham, dengan keyakinan, dengan pemikiran yang berbeda. Namun kita tidak dapat menyangkal bahwasanya kita adalah Orang Indonesia. Dan Indonesia adalah bumi tempat kita berkarya. Kita tidak pernah meminta untuk dilahirkan di Indonesia, namun kita terlahir di sini.

Namun kita tak menyadari hal tersebut, dengan segala upaya kita mencoba untuk menyulap Indonesia menjadi barat, menjadi cina, menjadi arab. . . . . Dengan gegabah kita mengadopsi faham, budaya, peraturan dari negeri orang tanpa mengadakan perenungan, apakah semua itu cocok dengan budaya kita. Budaya Indonesia.

Tanpa merubah penampilan, tanpa merubah faham, tanpa merubah keyakinan, kita tetap dapat dipersatukan dalam indahnya paras Indonesia. Indonesia pernah melahirkan Bhineka Tunggal Ika. Tak perlu menambahkan atau merubah, cukup mengembalikan Bhineka Tunggal Ika kepangkuan pertiwi. Karena negeri ini tidak diciptakan untuk menjadi negeri agama.

Negeri ini diciptakan dengan segala keberaneka ragamannya untuk menjadi contoh bagi dunia, menjadi mercusuar bagi dunia. Bahwasanya Meski berbeda kita adalah satu.

Namun untuk sampai pada pemahaman itu tidaklah mudah, mengingat pemikiran usang yang telah terlanjur berkarat di dalam otak. Dan di sinilah dengan segala kesederhanan disediakan sebuah fasilitas, untuk membenturkan yang usang tersebut, sehingga dapat menimbulkan percik api, bukan sembarang api. Melainkan api jiwa, api kesadaran. Bahwasannya kita adalah satu.

Satu Nusa. Satu Bahasa. Satu INDONESIA.

Mungkin apa yang menjadi impian Satu Jiwa Net akan patah ditengah jalan, akan tumbang ditengan jalan. Namun setidaknya Satu Jiwa Net telah mencoba untuk melangkah dalam keterbataan, dan semoga itu dapat memberikan inspirasi.

Dan semoga kehadiran Satu Jiwa Net diridhoi oleh sang ke Agungan, oleh Dia yang maha Satu adanya.

Sembah sujudku padamu Bunda Pertiwi.

 
 
"Nafasmu dan nafasku adalah satu adanya. Perbedaannya adalah aku gemar merasakannya engkau tidak.

Udaraku dan udaramu satu adanya, perbedaannya adalah aku gemar merasakannya engkau tidak.

Sukamu adalah sukaku, dukamu adalah dukaku, tetapi mengapa engkau selalu menbuat duka hatiku?. Kau paksakan satu keinginan atas nama keyakinan, bahwasanya keyakinanmu adalah yang terbaik. Ah, tahukah kamu bahwasanya yang terbaik itu adalah kasih sayang. Bahwa cinta kasih adalah satu-satunya keyakinan yang patut dijunjung dan ditempatkan didalam menara gading hati. Jikalau hatimu masih belum mampu mengasih sayangi hewan yang kau anggap najis, mungkinkah kau akan mampu mengasih sayangi Aku?

Warna kulitmu mungkin berbeda dengan aku, tetapi kita terbentuk dari tanah yang sama, tabiatmu mungkin berbeda dengan aku, kesukaanku belum tentu kesukaanmu, tetapi kita ditiupkan satu ruh yang sama. Lantas kenapa engkau masih membenci aku karena warna kulitku?, mengapa engkau masih tega membunun aku karena warna kulitku?.

Kita sama-sama lahir dalam keterlanjangan, tak setetes pengetahuanpun yang kita punyai. Namun setelah bentangan waktu, atas nama wawasan dan pengetahuan yang telah dipatri oleh masyarakat engkau tega menghakimi aku, oh…. Sahabat tahukah kamu, untuk dapat mengenal Sang Yang KeAgungan kemerasabisaanmu harus kau lepaskan, kemerasa mampuanmu harus kau lepaskan. Karena dihadapan-Nya kita adalah polos, seperti bayi. Engkau dan aku adalah bayi-bayi, namun mengapa engkau tega menganiaya aku?."

 
 
 
 
 
 
     
   
Ra Cuple ™. CopyRight © Satu Jiwa Net, 2006. All Rights Reserved.