Selamat Datang Di Satu Jiwa Net
Satu Jiwa Net Hadir tidak mewakili satu golongan agama tertentu. Juga tidak mewakili satu jenis ras tertentu, tidak pula mewakili satu kepentingan politik tertentu.
Kehadiran Satu Jiwa Net adalah untuk berbagi rasa, berbagi kasih. Kehadiran Satu Jiwa Net untuk melihat persatuan dibalik segenap perbedaan, bagi Satu Jiwa Net kitab-kitab suci merupalan aliran darah yang mengalir dari sumber yang satu untuk kembali ke sumber yang satu pula melalui urat-urat nadi yang berlainan.
Begitu pula kita jiwa-jiwa yang lahir dari rahim wanita yang berbeda, namun pada hakekatnya kita bernaung, kita berlindung pada bunda yang satu. Bunda Pertiwi. Kelak, nanti entah kapan, kita pun akan kembali ke dalam pelukan pertiwi.
Sekarang kita ada disini, dengan faham, dengan keyakinan, dengan pemikiran yang berbeda. Namun kita tidak dapat menyangkal bahwasanya kita adalah Orang Indonesia. Dan Indonesia adalah bumi tempat kita berkarya. Kita tidak pernah meminta untuk dilahirkan di Indonesia, namun kita terlahir di sini.
Namun kita tak menyadari hal tersebut, dengan segala upaya kita mencoba untuk menyulap Indonesia menjadi barat, menjadi cina, menjadi arab. . . . . Dengan gegabah kita mengadopsi faham, budaya, peraturan dari negeri orang tanpa mengadakan perenungan, apakah semua itu cocok dengan budaya kita. Budaya Indonesia.
Tanpa merubah penampilan, tanpa merubah faham, tanpa merubah keyakinan, kita tetap dapat dipersatukan dalam indahnya paras Indonesia. Indonesia pernah melahirkan Bhineka Tunggal Ika. Tak perlu menambahkan atau merubah, cukup mengembalikan Bhineka Tunggal Ika kepangkuan pertiwi. Karena negeri ini tidak diciptakan untuk menjadi negeri agama.
Negeri ini diciptakan dengan segala keberaneka ragamannya untuk menjadi contoh bagi dunia, menjadi mercusuar bagi dunia. Bahwasanya Meski berbeda kita adalah satu.
Namun untuk sampai pada pemahaman itu tidaklah mudah, mengingat pemikiran usang yang telah terlanjur berkarat di dalam otak. Dan di sinilah dengan segala kesederhanan disediakan sebuah fasilitas, untuk membenturkan yang usang tersebut, sehingga dapat menimbulkan percik api, bukan sembarang api. Melainkan api jiwa, api kesadaran. Bahwasannya kita adalah satu.
Satu Nusa. Satu Bahasa. Satu INDONESIA.
Mungkin apa yang menjadi impian Satu Jiwa Net akan patah ditengah jalan, akan tumbang ditengan jalan. Namun setidaknya Satu Jiwa Net telah mencoba untuk melangkah dalam keterbataan, dan semoga itu dapat memberikan inspirasi.
Dan semoga kehadiran Satu Jiwa Net diridhoi oleh sang ke Agungan, oleh Dia yang maha Satu adanya.
Sembah sujudku padamu Bunda Pertiwi. |